PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, dunia pendidikan dituntut untuk
dapat mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, dan mampu
berkompetensi dalam berbagai bidang kehidupan terutama di dunia kerja.
Pendidikan dikatakan untuk mencetak generasi muda yang berkualitas di masa
depan, sehingga pelaksanaan pendidikan harus berorientasi pada wawasan
kehidupan di masa yang akan datang.
Mengingat tujuan dari pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan adalah meningkatkan dan mengembangkan kemampuan
memahami, menghayati, dan meyakini nilai-nilai pancasila dan budaya bangsa
sebagai pedoman berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara agar menjadi warga negara yang bertanggung jawab, maka pembelajaran
yang kondusif. Pembelajaran kondusif akan mampu menciptakan tujuan pengajaran
dan membantu perkembangan peserta didik dalam internalisasi nilai-nilai secara
optimal. Supaya pembelajaran itu kondusif, maka diperlukan pemanfaatan
pendekatan, metode, media, dan model pembelajaran yang tepat dan memadai di
dalam pengelolaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Kenyataan di sekolah menunjukkan bahwa
dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa terlihat kurang
antusias, daya kreatifitasnya rendah, dan bersikap acuh. Keadaan ini juga
terjadi pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas VII B SMP
Negeri 1 Ngawen Klaten. Dari 37 siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Ngawen Klaten
hanya 12 siswa yang aktif dan 25 siswa tidak aktif dalam mengikuti
pembelajaran.
Untuk mengatasi masalah
di atas Bapak Sugeng Riyanto, S.Pd selaku guru Pendidikan Kewarganegaraan kelas
VII B SMP Negeri 1 Ngawen Klaten telah mencoba beberapa strategi pembelajaran
di antaranya adalah penugasan, jigsaw,
dan diskusi kelas yang mungkin diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa.
Penerapan strategi pembelajaran tersebut ternyata tidak sepenuhnya berhasil dan
belum meningkatkan keaktifan siswa, karena siswa masih kurang aktif, siswa masih
ngobrol dengan teman sebangkunya ketika guru sedang menjelaskan materi di depan
kelas. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu tindakan lain yang berbeda dan
yang dapat diharapkan mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas. Penulis menawarkan sebuah
solusi alternatif yaitu dengan
menggunakan stategi pembelajaran Sosiodrama kombinasi Poster Session. Melalui strategi pembelajaran ini siswa dituntut
untuk aktif dalam berpendapat maupun diskusi dengan kelompoknya. Berdasarkan
latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas maka dirasa cukup penting
untuk mengadakan suatu penelitian tindakan kelas tentang “Penerapan Strategi
Pembelajaran Sosiodrama Kombinasi Poster
Session Sebagai Upaya Meningkatkan Kreatifitas Belajar dalam Pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan Materi Makna Proklamasi Kemerdekaan dan Konstitusi
Pertama pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Ngawen Klaten”.
B.
Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan bagian terpenting yang harus ada dalam
penulisan karya ilmiah. Oleh karena itu, sebelum melakukan penelitian harus
mengetahui terlebih dahulu permasalahan yang ada. Dengan permasalahan yang
jelas maka proses pemecahannya akan terarah dan terfokus.
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas maka dapat dirumuskan
suatu permasalahan sebagai berikut: “Apakah dengan Penerapan Stategi
Pembelajaran Sosiodrama Kombinasi Poster
Session dapat Meningkatkan Kreatifitas Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan Materi Makna Proklamasi Kemerdekaan dan Konstitusi Pertama pada
Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Ngawen Klaten Tahun 2012?”
C.
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan titik puncak untuk merealisasikan aktivitas
yang akan dilaksanakan sehingga dapat dirumuskan secara jelas. Pada penelitian
ini, perlu adanya tujuan yang berfungsi sebagai acuan pokok terhadap masalah
yang akan diteliti sehingga akan bekerja secara terarah dalam mencari data
sampai langkah pemecahan masalahnya.
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Tujuan Umum
a.
Untuk meningkatkan keaktifan siswa
dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
b.
Untuk meningkatkan
kreatifitas siswa.
c.
Untuk meningkatkan keberanian siswa dalam menggunakan pendapat.
d.
Untuk meningkatkan prestasi
belajar siswa.
2.
Tujuan Khusus
Untuk meningkatkan
kreatifitas siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi
Makna Proklamasi Kemerdekaan dan Kontitusi Pertama sisewa kelas VII B SMP
Negeri 1 Ngawen Klaten Tahun 2012.
D.
Manfaat Penelitian
Suatu penelitian akan bernilai jika dapat memberikan manfaat bagi
sebagian pihak. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
1.
Manfaat Teoritis
a.
Memberikan informasi baru tentang
cara meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran di kelas
melalui penerapan strategi Sosiodrama kombinasi Poster Session.
b.
Sebagai dasar untuk kegiatan
penelitian selanjutnya yang sejenis.
2.
Manfaat Praktis
a.
Manfaat bagi Siswa
1)
Mengembangkan kreatifitas siswa.
2)
Menarik perhatian siswa.
3)
Siswa lebih mudah menerima materi
pembelajaran.
4)
Dapat mengungkapkan ide atau
pendapat siswa.
b.
Manfaat bagi Guru
1)
Untuk pengembangan
materi pembelajaran.
2)
Untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang baru dan menarik.
3)
Sebagai acuan guru dalam mengajar.
4)
Untuk mengembangkan
profesionalisme guru.
c.
Manfaat bagi Sekolah
1)
Untuk meningkatkan prestasi
akademik.
2)
Meningkatkan mutu sekolah.
3)
Meningkatkan kualitas hasil
belajar siswa secara bertahap dan terus menerus.
4)
Mengembangkan
profesionalisme guru.