Kamis, 27 September 2012


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
        Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, dunia pendidikan dituntut untuk dapat mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, dan mampu berkompetensi dalam berbagai bidang kehidupan terutama di dunia kerja. Pendidikan dikatakan untuk mencetak generasi muda yang berkualitas di masa depan, sehingga pelaksanaan pendidikan harus berorientasi pada wawasan kehidupan di masa yang akan datang.
        Mengingat tujuan dari pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah meningkatkan dan mengembangkan kemampuan memahami, menghayati, dan meyakini nilai-nilai pancasila dan budaya bangsa sebagai pedoman berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara agar menjadi warga negara yang bertanggung jawab, maka pembelajaran yang kondusif. Pembelajaran kondusif akan mampu menciptakan tujuan pengajaran dan membantu perkembangan peserta didik dalam internalisasi nilai-nilai secara optimal. Supaya pembelajaran itu kondusif, maka diperlukan pemanfaatan pendekatan, metode, media, dan model pembelajaran yang tepat dan memadai di dalam pengelolaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
        Kenyataan di sekolah menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa terlihat kurang antusias, daya kreatifitasnya rendah, dan bersikap acuh. Keadaan ini juga terjadi pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Ngawen Klaten. Dari 37 siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Ngawen Klaten hanya 12 siswa yang aktif dan 25 siswa tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran.
        Untuk mengatasi masalah di atas Bapak Sugeng Riyanto, S.Pd selaku guru Pendidikan Kewarganegaraan kelas VII B SMP Negeri 1 Ngawen Klaten telah mencoba beberapa strategi pembelajaran di antaranya adalah penugasan, jigsaw, dan diskusi kelas yang mungkin diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa. Penerapan strategi pembelajaran tersebut ternyata tidak sepenuhnya berhasil dan belum meningkatkan keaktifan siswa, karena siswa masih kurang aktif, siswa masih ngobrol dengan teman sebangkunya ketika guru sedang menjelaskan materi di depan kelas. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu tindakan lain yang berbeda dan yang dapat diharapkan mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas. Penulis menawarkan sebuah solusi alternatif  yaitu dengan menggunakan stategi pembelajaran Sosiodrama kombinasi Poster Session. Melalui strategi pembelajaran ini siswa dituntut untuk aktif dalam berpendapat maupun diskusi dengan kelompoknya. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas maka dirasa cukup penting untuk mengadakan suatu penelitian tindakan kelas tentang “Penerapan Strategi Pembelajaran Sosiodrama Kombinasi Poster Session Sebagai Upaya Meningkatkan Kreatifitas Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Makna Proklamasi Kemerdekaan dan Konstitusi Pertama pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Ngawen Klaten”.


 
B.     Perumusan Masalah
        Perumusan masalah merupakan bagian terpenting yang harus ada dalam penulisan karya ilmiah. Oleh karena itu, sebelum melakukan penelitian harus mengetahui terlebih dahulu permasalahan yang ada. Dengan permasalahan yang jelas maka proses pemecahannya akan terarah dan terfokus.
        Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas maka dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut: “Apakah dengan Penerapan Stategi Pembelajaran Sosiodrama Kombinasi Poster Session dapat Meningkatkan Kreatifitas Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Makna Proklamasi Kemerdekaan dan Konstitusi Pertama pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Ngawen Klaten Tahun 2012?”

C.    Tujuan Penelitian
        Tujuan penelitian merupakan titik puncak untuk merealisasikan aktivitas yang akan dilaksanakan sehingga dapat dirumuskan secara jelas. Pada penelitian ini, perlu adanya tujuan yang berfungsi sebagai acuan pokok terhadap masalah yang akan diteliti sehingga akan bekerja secara terarah dalam mencari data sampai langkah pemecahan masalahnya.
        Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.        Tujuan Umum
a.       Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
b.      Untuk meningkatkan kreatifitas siswa.
c.       Untuk meningkatkan keberanian siswa dalam menggunakan pendapat.
d.      Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
2.        Tujuan Khusus
Untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi Makna Proklamasi Kemerdekaan dan Kontitusi Pertama sisewa kelas VII B SMP Negeri 1 Ngawen Klaten Tahun 2012.

D.    Manfaat Penelitian
        Suatu penelitian akan bernilai jika dapat memberikan manfaat bagi sebagian pihak. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
1.        Manfaat Teoritis
a.       Memberikan informasi baru tentang cara meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran di kelas melalui penerapan strategi Sosiodrama kombinasi Poster Session.
b.      Sebagai dasar untuk kegiatan penelitian selanjutnya yang sejenis.
2.        Manfaat Praktis
a.       Manfaat bagi Siswa
1)      Mengembangkan kreatifitas siswa.
2)      Menarik perhatian siswa.
3)      Siswa lebih mudah menerima materi pembelajaran.
4)      Dapat mengungkapkan ide atau pendapat siswa.
b.      Manfaat bagi Guru
1)      Untuk pengembangan materi pembelajaran.
2)      Untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang baru dan menarik.
3)      Sebagai acuan guru dalam mengajar.
4)      Untuk mengembangkan profesionalisme guru.
c.       Manfaat bagi Sekolah
1)      Untuk meningkatkan prestasi akademik.
2)      Meningkatkan mutu sekolah.
3)      Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa secara bertahap dan terus menerus.
4)      Mengembangkan profesionalisme guru.

Rabu, 11 Januari 2012

Sinyal Cesare Natali Untuk AC Milan

Agen Natali mengklaim kliennya tidak akan memperpanjang kontrak dengan Fiorentina.

AC Milan kehilangan Mario Yepes hingga sepuluh pekan akibat cedera engkel, sementara Philippe Mexes dan Alessandro Nesta juga masih terus memulihkan kondisi fisik. Situasi ini membuat Rossoneri dikabarkan mengincar bek, salah satunya punggawa Fiorentina Cesare Natali.

"Saya bisa katakan dia tak menerima perpanjangan kontrak Fiorentina," tegas agen Mino Raiola.

Apakah dia akan bergabung dengan Milan? Istrinya berasal dari Milan. Kita lihat dan tunggu apa yang terjadi," sambung Raiola.

Pemain 32 tahun ini akan berstatus bebas transfer akhir musim ini, jadi Viola tak mau kehilangannya tanpa mendapat kompensasi apa pun. Natali bisa menjadi tambahan sementara di San Siro dan bisa tampil di Liga Champions jika dibutuhkan. Harga Natali sendiri diprediksi tidak terlalu mahal, hanya sekitar €1juta.

Selasa, 10 Januari 2012

AC Milan Tolak Tawaran PSG Untuk Alexandre Pato


    MILAN - AC Milan menampik tawaran Paris Saint-Germain terhadap striker Brasil Alexandre Pato, demikian klaim RMC. Klub Prancis disinyalir telah menyiapkan €22 juta untuk mendatangkan Pato ke Parc des Princes dan mempertemukan kembali striker 22 tahun dengan mantan pelatih AC Milan, Carlo Ancelotti. Pekan...